UP DATE SUBANINDRO
About Us



Want to be like you who have the spirit to master the internet from a slightly
 
Showing posts with label Ceramah. Show all posts
Showing posts with label Ceramah. Show all posts

Friday, April 22, 2011

Alamat Bahan Kultum atau Ceramah

Saat mendesak diminta ngisi kultum atau ceramah, kita perlu sekali bahan, bukan? Nah, untuk keperluan tersebut, kita tidak perlu khawatir karena ternyata bahan sangat berserakan di internet. Hanya saja, yang perlu diperhatikan adalah kredibilitas pengarang tulisan atau apa yang ditulis adalah memang betul-betul yang bisa dipertanggungjawabkan. Kali ini akan diarahkan ke alamat berikut

Read more “Alamat Bahan Kultum atau Ceramah”  »»

Friday, June 5, 2009

Khilafah = Mengatasi Penjajahan Soft Power

Presiden Amerika Serikat Barack Obama melakukan kunjungan ke Mesir dengan pidato politik luar negerinya yang khas. Negara Arab, Islam, Yahudi, Israel harus hidup berdampingan secara damai, katanya. Ini adalah retorika presiden atau pejabat tinggi Amerika Serikat lainnya ketika berhadapan dengan Islam dan kaum muslimin. Tidak pernah yang kasar atau menampakkan permusuhan sekalipun. Maka retorika itu hanya sekedar retorika. Padahal kita sudah sepakat bahwa dunia ini tidak aman ketika Yahudi itu ada di dunia dan tidak pernah mengamankan dunia ini. Dunia ini kacau karena ulah tangan Yahudi yang serakah. Kita sudah tahu bahwa Yahudilah yang berada dibawah pembantaian kaum muslimin di palestina. Yahudilah yang telah membantai rakyat Afganistan. Dan Yahudilah yang telah membunuh 655 ribu lebih rakyat Irak. Dan Yahudilah yang berada dibalik pemutarbalikan fakta mengenai siapa yang menghancurkan gedung WTC (World Trade Center) Amerika Serikat. Tuduhannya adalah ke Taliban dibalik pimpinan Al Qaeda Osama Bin Laden. Padahal dunia pun tahu kalau yang sengaja menghancurkan gedung tersebut adalah Yahudi itu sendiri. Bukti mengenai ini sudah banyak CD-CD yang membongkar kejadian siapa yang sejatinya melakukan kebohongan publik atas runtuhnya gedung itu. Memang,Obama sendiri mengakui bahwa pemimpin-pemimpinnya terdahulu melakukan kesalahan besar terhadap hubungannya dengan Islam dan kaum muslimin. Obama menghadapi Islam dan kaum muslimin dengan pendekatan soft power. Artinya pendekatan kekuatan kelembutan. Sejatinya esensi dari soft power sama dengan hard power yaitu penjajahan. Penjajahan melalui mass media juga tergolong soft power. Penjajahan ekonomi, diplomasi juga soft power. Meski Obama menggunakan cara soft power, tetap saja dikendalikan oleh Yahudi. Sejahat-jahatnya hewan tidak pernah membantai kekawanannya sejenis sampai ribuan hewan. Sekalipun membantai itu pun hanya terhadap yang kecil-kecil. Tapi Yahudi lebih dahsyat dari hewan yang tidak punya rasa kehewanan apalagi rasa kemanusiaan.Karakter orang Yahudi memang pembunuh tanpa batas. Meski dengan kata-kata soft power, apa yang dalam hatinya adalah hard power. Kebencian yang membabi buta, tanpa kenal ampun. Seandainya kita lihat dalam hatinya, soft power bahkan lebih berbahaya dari hard power.

Khilafah Solusinya

Lantas bagaimana solusi terhadap soft power tadi. Tentu saja Islam dan kaum muslimin sudah bisa menjawab dengan gamblang. Melihat soft powernya Yahudi, harus diambil jalan tegas. Dengan orang-orang kafir harus tegas. Berani berdiplomasi tanpa basa basi. Kumpulkan kekuatan yang seimbang. Bersatulah seluruh kaum muslimin di dunia. Kesatuan kaum muslimin didunia dengan ikatan satu sistem pemerintahan yakni Khilafah Islamiyyah. Ia adalah sistem pemerintahan kaum muslimin seluruh dunia dibawah pimpinan kholifah yang menerapkan hukum-hukum Sang pencipta (Allah SWT) dengan kaffah (totalitas). Al Qur'an dan hadits diterapkan secara baik. Berani mengatakan tidak dengan orang-orang kafir. Berarti kaum muslimin siap perang jihad fi sabilillah menghadapi orang-orang kafir.

Read more “Khilafah = Mengatasi Penjajahan Soft Power”  »»

Saturday, May 30, 2009

Lakukah Syari’ah?

Saya akan menjawab pertanyaan, lakukah syari’ah Islam? Didunia ini tidak ada ceritanya kalau Syari’ah tidak laku. Ibaratnya sampai syetan pun dijual juga bisa dan laku. Apalagi syari’ah, pasti laku. Pertanyaan selanjutnya adalah mengapa ada orang bahkan partai yang justru tidak percaya diri "menjual” syari’ah. Jawabannya gampang. Berarti orang atau partai tersebut tidak tahu ilmu presentasi dan “jualan”. Padahal syari’ah diterapkan itu adalah kewajiban. Setiap kewajiban harus dilaksanakan. Sekali kewajiban tidak dilaksanakan tunggulah kebocorannya. Kebocoran itu akan mengakibatkan kehancuran. Ini tidak boleh terjadi jika partai itu benar-benar ingin menjadikan partai dakwah. Sebaliknya partai yang baik adalah partai yang seperti digambarkan oleh Allah dalam Al Qur’an Surah Ali Imran ayat yang ke 104. Partai itu haruslah gemar melaksanakan Syari’ah.

Read more “Lakukah Syari’ah?”  »»

Sunday, May 3, 2009

Mendambakan kualitas pendidikan "murah dan mahal" perspektif Islam

Sabtu kemarin saya diminta membahas satu materi di Radio Alkaromah Pratama Martapura Kalimantan Selatan. Tema yang saya angkat adalah mendambakan pendidikan berkualitas "murah" dan "mahal" perspektif Islam. "Murah" dari sudut pandang orang tua/wali dan "mahal" bagi negara. Sebelum membahas tema secara detail, saya waktu itu mencoba mengungkap kebobrokan sistem kapitalisme yang saat ini diterapkan di seluruh dunia tak terkecuali Indonesia. Secara singkat saya tuliskan disini. Mulai dari tidak meratanya kesempatan memperoleh pendidikan yang lebih tinggi. Bahwa saat ini orang kebanyakan melihat pendidikan yang paling tinggi adalah pendidikan doktoral atau S3. Namun tak semua rakyat dapat meraih kesempatan seperti itu dengan cuma-cuma alias gratis. Pendidikan disetting dan hanya untuk orang kaya dan pintar saja. Orang bodoh tak layak sekolah dan digerus oleh jaman. Kemudian saya terangkan bedanya dalam pandangan Islam. Jika kenyataannya seperti itu maka kesimpulannya sistem yang diterapkan saat ini adalah bobrok dan harus diubah. Diubah sedemikian rupa agar menjadi sistem Islam. Sistem Islamlah yang mestinya diterapkan dalam kehidupan riil. Saya juga menambahkan, Islam memandang bahwa pendidikan rendah atau tinggi tetap saja namanya pendidikan dan menjadi hak setiap rakyat secara gratis. Bagi rakyat/ orang tua, pendidikan adalah "murah". Kemudian dalam Islam, negara harus bertanggungjawab terhadap persoalan pendidikan. Artinya seorang kepala negara memiliki peran sentral untuk mengurus kepentingan rakyatnya dalam bidang pendidikan. Tentu saja kepala negara harus memiliki konsep dan mampu menerapkan konsep itu secara serius sedemikian sehingga rakyatnya dapat memperoleh kesempatan secara gratis untuk meraih pendidikan meski sampai S3. Biaya pendidikan meski "mahal" harus ditanggung oleh negara. Negara memiliki pos-pos penerimaan/pendapatan sesuai yang diperbolehkan syari'ah, ternyata sangatlah banyak. Jika pengelolaannya optimal, pendikan "murah" menurut rakyat/orang tua dan dan "mahal" menurut negara bukanlah mimpi. Contohnya, barang-barang tambang yang menguasai rakyat banyak sangatlah melimpah di negeri adalah milik rakyat/milik umum yang pengelolaannya haruslah oleh negara, dan diperuntukkan untuk kepentingan rakyat banyak. (Lihat Hadits Riwayat Tirmidzi terkait ini). Lalu, dalam Islam, pendidikan adalah kebutuhan pokok disamping sandang, pangan, papan, kesehatan dan keamanan. Saya lalu menjelaskan perbedaannya dengan sistem kapitalisme dimana barang-barang tambang yang menguasai rakyat banyak adalah milik rakyat/milik umum yang pengelolaannya haruslah oleh swasta (privatisasi). Sehingga wajar negara tidak berperan sentral dalam memanaje urusan pendidikan itu, akhirnya negara tidak banyak andil, dan rakyatlah yang dirugikan. Keuntungannya kembali milik swasta pada akhirnya. Orang-orang yang punya modal saja yang akhirnya menguasai hajat hidup orang banyak seperti barang-barang tambang tadi. Negara jadi miskin dan loyo. *****
Ternyata, ada pendengar yang tertarik untuk menambahkan kebobrokan sistem kapitalisme dan berbicara via telephone ke radio. Disampaikan mengenai pendidikan saat ini yang sangat sekuleristik-kapitalistik. Artinya kurikulumnya sekuleristik dsb. Dikatakan kurikulum saat ini telah melahirkan banyak pejabat yang korupsi, dan kebejatan-kebejatan intelektual lainnya. Generasi yang error dsb. Kemudian pendengar tadi menyampaikan satu solusi bahwa dunia ini harus terselamatkan dari kebobrokan-kebobrokan itu dengan kembali kepada jalan Islam, jalan yang diridhai oleh Allah SWT.
Sebelum on air berakhir waktu itu, saya menegaskan bahwa Islam adalah sistem yang akan memotivasi rakyat dan memotivasi siapapun juga. Karena yang dijamin kepada setiap individu rakyat adalah kebutuhan-kebutuhan pokoknya,bukan kebutuhan-kebutuhan sekunder lainnya. Sehingga kualitas hidup rakyat pada tataran sekunder meningkat terus. Motivasi alami dalam Islam juga akan terjadi.

Read more “Mendambakan kualitas pendidikan "murah dan mahal" perspektif Islam”  »»
 
 

Copyright  ©  UP DATE SUBANINDRO