About Us



Want to be like you who have the spirit to master the internet from a slightly
 

Friday, October 10, 2008

Tips agar para guru semangat mengarang

Mengarang adalah aktifitas pikiran yang dengannya sesorang dapat menumpahkan gagasan-gagasan. Oleh sebagian orang mengarang adalah pekerjaan yang mudah. Oleh karena mengarang hanya menumpahkan kata-kata lewat tulisan. Namun tidak seperti itu bagi orang kebanyakan, mengarang adalah pekerjaan yang sulit karena harus enak dibaca oleh orang lain. Malu jika tulisannya dibaca oleh orang lain. Jangan-jangan tulisan mencerminkan kualitas penulisnya. Sehingga rata-rata orang awam takut menulis. Bukan karena tidak bisa menulis, melainkan ketidakpercayaan diri bahkan karena kemalasan orangnya saja. Bagaimana untuk para pendidik? Berdasarkan pengamatan di lapangan ternyata di kalangan guru pun mengarang adalah suatu pekerjaan yang tidak menyenangkan. Bagi guru yang demikian, rata-rata mereka mengeluhkan karena mengarang adalah pekerjaan yang sulit. Bahkan jika berani mensurvey saja diduga bahwa mereka umumnya beralasan seperti orang kebanyakan juga. Padahal mengarang sejatinya bagi seseorang pendidik adalah keharusan. Apa yang pernah diajarkan kepada anak didik sebenarnya adalah materi untuk mengarang. Mungkin yang perlu dilakukan para pengambil kebijakan adalah memaksa para pendidik untuk mengarang. Mengarang apa saja. Kemudian hasil karya mereka dihargai. Jerih payah mereka dihargai dengan penghargaan tertentu. Nah, justru yang terpenting disini adalah terobosan pemerintah yang semestinya menjadi pendobrak awal. Kalau masalahnya adalah uang, dimana-mana memang semua masalah akan selesai jika ujung-ujungnya menggunakan uang. Disinilah relevansi Hadits Rasululullah SAW terkait masalah ini. Bisa saja dengan hadits ini kemudian pemerintah mengambil kebijakan tertentu. Seperti apa haditsnya? Berikut ini haditsnya. ”Kaum muslimin berserikat dalam 3 hal yaitu air, padang gembalaan dan api. Dan memperjualbelikan 3 hal itu adalah haram” (HR Ibnu Majah). Dari hadits ini bisa diambil pengertian, kaum muslimin di seluruh dunia bersama-sama memiliki 3 hal yakni air, padang gembalaan dan api. Atau kaum muslimin di seluruh dunia memiliki 3 hal yang menguasai hidup orang banyak yakni air, padang gembalaan dan api. Air disini air secara luas yang dengannya bisa digunakan untuk minum, mencuci, untuk perairan, untuk berlayar, mandi, menggerakkan turbin listrik dll. Lalu padang gembalaan juga dalam pengertian luas seperti barang-barang tambang : emas, intan, besi, batu bara dll. Kemudian api dalam pengertian luasnya seperti energi yang dihasilkan dari panas bumi dll. Dari ketiga hal itu yakini air, padang gembalaan dan api semuanya tidak boleh diprivatisasi atau dimiliki oleh individu. Fakta saat ini kebanyakan ketiga hal tersebut diprivatisasi. Sehingga hasil kekayaan dari ketiga hal itu tidak secara langsung dikelola oleh negara. Padahal dalam pandangan Islam, agama yang paripurna ini, masalah kepemilikan 3 hal tersebut adalah milik umum, masyarakat kebanyakan. Dan yang mengelola 3 hal ini harus negara secara langsung. Sehingga hasil kekayaan diperuntukkan dan dinikmati untuk kemaslahatan rakyat secara langsung. Salah satu pos pembelanjaannya dari hasil kekayaan itu adalah untuk kesejahteraan para pendidik. Inilah solusi hakiki untuk para pendidik agar para para pendidik bergairah rasa mengarangnya. Apakah pemerintah terinspirasi dari hadits Rasulullah diatas? Semoga.


0 comments:

Post a Comment

 
 

Copyright  ©  UP DATE SUBANINDRO